10 Tanda Penyakit Ini Bisa Dideteksi Lewat Kuku

Tanda penyakit yang bisa dideteksi lewat kuku. Foto: Freepik



1. Nail pitting


































x

Kuku merupakan anggota tubuh yang penting untuk menunjang penampilan, terutama pada perempuan. Lebih dari itu, ternyata, kuku juga bisa digunakan untuk mendeteksi kondisi kesehatan atau tanda penyakit di dalam tubuh kamu, lho.

Ciri-ciri kuku yang sehat biasanya memiliki permukaan kuku yang mulus, artinya tidak berlubang atau melengkung. Selain itu, kuku juga tidak mudah rapuh, permukaan kuku tidak bertekstur, dan berwarna merah atau ungu muda. 


Asisten profesor klinis dermatologi di Mount Sinai Medical School, Amerika Serikat (AS), Dana Stern, mengatakan ada banyak tanda kuku yang menunjukkan potensi masalah kesehatan. Jika tidak segera ditangani dengan tepat, maka akan berdampak buruk pada kesehatan.


Berikut ini 10 tanda penyakit yang bisa kamu deteksi lewat kuku, sebagaimana dilansir dari Self. Yuk, simak selengkapnya di sini.


1. Nail pitting


Nail pitting atau bintik lubang pada kuku adalah kondisi terdapatnya lekukan atau gelombang di permukaan kuku, baik kuku jari mau pun tangan. Ketika kondisi ini muncul tanpa pola atau alasan yang jelas, bisa mengindikasikan gangguan autoimun, yaitu kondisi di mana tubuh menyerang sel-sel sehat yang dapat menyebabkan peradangan.


Nail pitting biasanya berkaitan dengan psoriasis, yaitu penyakit kronis yang menyebabkan kulit kering kemerahan dan bercak bersisik berwarna putih keperakan dan arthritis psoriatic, yaitu kondisi ketika sistem kekebalan tubuh keliru menyerang jaringan sehat secara tidak sengaja.


Kondisi ini juga dapat dikaitkan dengan gangguan jaringan ikat, seperti sindrom Reiter, yaitu peradangan sendi yang dipicu oleh infeksi. Ketika nail pitting menunjukkan pola yang teratur, dapat dikaitkan dengan alopecia areata, yaitu kerontokan rambut yang disebabkan oleh respons autoimun.


2. Kuku sendok


Kuku sendok atau koilonychia adalah bentuk kuku yang terlihat cekung menyerupai sendok. Kondisi ini juga dapat mengindikasikan anemia defisiensi besi, yaitu kondisi di mana tubuh kekurangan zat besi.


Adapun gangguan lainnya, seperti hemokromatosis, yaitu kondisi di mana kadar zat besi di dalam tubuh terlalu banyak dan sindrom Plummer-Vinson, yaitu gejala kompleks yang muncul sejak lama kekurangan zat besi.


Kedua gangguan tersebut dapat terjadi setelah anemia defisiensi besi kronis jangka panjang. “Siapa pun yang tiba-tiba mengalami kuku berbentuk sendok harus diperiksa oleh dokter mereka,” saran Stern.


3. Kuku putih


Kuku putih atau leukonikia adalah suatu kondisi di mana garis atau titik berwarna putih muncul di area kuku tangan dan kaki. Pada sebagian orang, warna putih muncul dalam bentuk titik-titik kecil di kuku.


Kuku putih bisa menandakan berbagai penyakit, di antaranya penyakit hati, diabetes, tiroid yang terlalu aktif, atau kekurangan nutrisi di dalam tubuh. Penyakit ini bisa menjadi gejala dari masalah yang lebih serius, seperti penyakit ginjal kronis. 


Ini (kuku putih) bisa menjadi indikasi sirosis, gagal jantung kongestif, atau diabetes mellitus,” ungkap Stern.


4. Ada garis coklat tua atau hitam di kuku


Garis berwarna coklat tua atau hitam di sepanjang kuku, disertai pertumbuhan kuku yang menyakitkan bisa menandakan penyakit melanoma, yaitu kondisi ketika sel-sel penghasil pigmen yang memberikan warna pada kulit menjadi bersifat kanker. 


"Jempol tangan, jari telunjuk, dan jempol kaki adalah jari yang paling umum menderita melanoma,” jelas Stern.


Penyakit ini paling sering terjadi pada orang dengan kulit lebih gelap karena mereka cenderung memiliki melanosit, yaitu penghasil pigmen di kulit dan kuku. “Sel-sel ini mulai memproduksi pigmen, muncul sebagai pita coklat memanjang di kuku,” ucapnya.


5. Kuku kuning


Stern mengungkapkan bahwa paling umum kuku menjadi kuning karena penggunaan kuteks. Sementara, menurut Organisasi Nasional untuk Gangguan Langka menyebut hal ini juga merupakan sindrom kuku kuning, yaitu kondisi kuku tangan atau kaki yang menjadi kuning. 


“Mereka sering tidak memiliki kutikula serta lunula dan bulan sabit di dasar kuku yang biasanya terlihat di jempol tangan dan jempol kaki,” tuturnya.


Sindrom kuku kuning merupakan tanda bahwa kuku tidak dapat tumbuh dengan benar dan seringkali disebabkan oleh kondisi paru-paru yang disebut bronkiektasis atau penyakit limfatik,  yaitu sistem yang berperan penting dalam membentuk kekebalan dan imunitas tubuh. 


“Bronkiektasis adalah suatu kondisi di mana kerusakan pada saluran pernapasan menyebabkan mereka melebar dan menjadi lembek dan bekas luka,” sambungnya.


6. Kuku biru atau kehijauan


Kuku yang berubah warna menjadi biru atau kehijauan dapat menunjukkan berbagai masalah kesehatan, tergantung pada warna spesifiknya. Misalnya, kuku biru bisa berarti kamu tidak memiliki cukup oksigen dalam aliran darah yang dapat terjadi dengan berbagai kondisi medis, seperti pneumonia, yaitu peradangan paru-paru yang disebabkan oleh infeksi.


Di lain waktu, kuku kamu bisa berubah menjadi hitam kehijauan jika kamu memiliki infeksi bakteri di bawah kuku yang disebut dengan istilah paronikia, yaitu infeksi yang terjadi jika bakteri masuk ke luka di dekat kutikula dan menginfeksi kulit di bawah kuku. Kulit di sekitar kuku bisa menjadi meradang, bengkak, dan nyeri. 


7. Kuku clubbing


Jika kuku melengkung ke bawah dan memiliki ujung yang membulat seperti sendok terbalik, ini bisa menjadi tanda kondisi yang disebut kuku clubbing. Kondisi ini bahkan bisa membuat ujung jari kamu tampak bengkak atau memerah. 


Kuku clubbing biasanya disebabkan oleh kekurangan oksigen dalam darah, sehingga dapat terjadi pada banyak penyakit jantung atau paru-paru yang berbeda. Penyebab paling umum adalah kanker paru-paru, tetapi masalah jantung bawaan, infeksi jantung, atau infeksi paru-paru juga dapat menyebabkan kuku terlihat seperti tumpul.


Ini juga bisa menjadi tanda penyakit radang usus atau inflammatory bowel disease (IBD), yaitu penyakit autoimun yang bersarang di saluran pencernaan.


8. Kuku terkelupas


Kondisi di mana kuku mulai terpisah dari alas kuku disebut dengan istilah onikolisis. Biasanya, penyakit ini tidak menimbulkan rasa sakit dan lebih mungkin terjadi jika kamu memiliki kuku yang lebih panjang.


Penyebab paling umum adalah trauma pada kuku yang dapat terjadi akibat kecelakaan, menggigit kuku atau iritasi dari bahan kimia yang digunakan selama manikur. Onikolisis juga dapat disebabkan oleh infeksi jamur di kuku dan terkadang dikaitkan dengan psoriasis, yaitu penyakit autoimun yang terjadi karena adanya peradangan pada kulit.


Jika kuku terpisah secara tiba-tiba dalam jumlah yang banyak, itu bisa menjadi tanda hipertiroidisme, yaitu produksi hormon tiroksin yang terlalu banyak yang dapat meningkatkan sistem metabolisme.


9. Tonjolan di tengah kuku


Jika kamu melihat tonjolan atau garis-garis di tengah kuku dan sering mengorek kutikula, mungkin kamu mengalami apa yang disebut trauma kuku kebiasaan. 


“Ketika orang membuat trauma pada kutikula mereka, mereka secara tidak sengaja melukai sel-sel dalam matriks, dan kemudian lempeng kuku tidak tumbuh dengan lancar,” kata dermatologi klinis di Mayo Clinic, AS, Dawn Marie R. Davis.


Trauma kuku karena kebiasaan berhubungan dengan perilaku obsesif kompulsif, yaitu bentuk masalah kesehatan mental yang membuat pengidapnya mempunyai pemikiran dan dorongan yang tidak bisa dikontrol yang sifatnya berulang (obsesi) dan munculnya perilaku (paksaan) kompulsif.


10. Kuku menjadi tebal


Penebalan kuku atau onychogryphosis biasanya muncul sebagai penebalan dan pengerasan pelat kuku, dengan kuku besar, dalam bentuk seperti tanduk domba jantan. Biasanya, orang mendapatkan kondisi ini karena faktor genetik atau karena kuku mereka mengalami trauma berulang tanpa perawatan yang tepat. Misalnya, jika kamu terus-menerus memakai sepatu ketat yang membuat banyak tekanan pada kuku


Penebalan kuku juga dapat terjadi jika kamu memiliki masalah sirkulasi yang merupakan akibat dari kondisi medis lainnya, seperti diabetes tipe 2, yaitu kondisi ketika kadar gula darah melebihi nilai normal akibat resistensi insulin.

Posting Komentar

0 Komentar

Night Mode